Sabtu, 09 Juni 2012

Daftar 10 pemain Manchester United Terbaik Sepanjang Sejarah

Daftar 10 pemain Manchester United Terbaik Sepanjang Sejarah

 
 
 
 
 
 
Rate This

Siapa yang tak kenal Manchester United,Manchester United adalah salah satu klub sepakbola terbaik di Inggris bahkan Dunia. Hampir segala ajang pernah dijuarai, mulai dari liga Inggris, piala carling, Piala FA, liga Champion, dan bahkan piala dunia antar klub. Hal itu menunjukkan betapa tingginya kualitas MU sebagai klub sepak bola, maka tak heran jika hampir separuh penduduk bumi mengidolakan klub ini.
Hal ini dikarenakan karna managemen yang tepat, pelatih jenius, kerja sama yang tinggi, dan yang terpenting adalah kualitas pemain yang mumpuni. sejak didirikan tahun 1878, Manchester sudah menelurkan banyak pemain kelas satu yang berkualitas.
Tapi disini kami hanya menampilkan 10 terbaik dari yang terbaik pemain manchester united sepanjang masa
Berikut adalah daftar 10 pemain Manchester United terbaik sepanjang masa :
10.Cristiano Ronaldo
dari 10 daftar ini,Ronaldo adalah yang termuda. Di usianya yang masih muda, ronaldo sudah menampakkan bakat sepakbola dan skill pengolahan bola yang tinggi,posisinya sebagai sayap dan gelandang tak menutup dirinya untuk terus membnatu penyerangan dan mencetak gol bagi MU, Bahkan di tahun 2007, ronaldo didaulat sebagai top scorer liga inggris,ia juga mengantarkan Mu menjadi juara liga inggris dan juara liga Champion
9.Van Nistelrooy
Tak dapat disangkal lagi bahwa van nistelrooy adalah striker garang yang sangat berbahaya di kotak penalty,koleksi 95 golnya dari 150 penampilanya untuk MU menggambarkan betapa ganasnya striker asal belanda ini, sejak dibeli dari PSV Eindhoven tahun 2001,ia sudah menampakkan katajamanya, Pada musim pertamanya di Manchester United, Van Nistelrooy mencetak 23 gol dari 32 penampilannya, dan 10 gol saat Manchester United bermain pada ajang Liga Champions yang kemudian menjadi debutan terbaik. Van Nistelrooy kemudian mendapat penghargaan Pemain Terbaik PFA.
8.Bryan Robson
Bryan Robson adalah mantan pemain Manchester United pada 1981-1994. Tercatat total ia bermain bagi klub “Setan Merah” itu sebanyak 345 kali dalam kariernya serta mencetak 74 gol. Ia sempat bersama MU menjuarai FA Cup selama tiga musim (1983, 1985, dan 1990). Bryan Robson juga memecahkan rekor transfer sebesar 1,5 juta pounds saat ditransfer dari West Bromwich Albion tahun 1981.
7.David Beckham
Beckham membuat cara bermain baru di posisi sayap, tanpa berlari atau dribbling, dengan hanya memberikan umpan silang yang mematikan ke kotak pinalti pertahanan lawan. Beberapa mungkin ragu bahwa dia ahli tendangan bebas terbaik sedunia, namun dengan latihan yang dihabiskan berjam-jam itu, membuat bakat yang sudah ada pada dirinya menjadi sempurna.
Dengan kemampuan tendangan menakutkan yang dimilikinya, dia dapat mencetak gol-gol spektakuler. Sebagai tambahan dia juga seorang pemain yang ulet dan pantang menyerah, berlari tanpa bola dan bergerak tanpa lelah, hingga peluit akhir dibunyikan.
6.George Best
Merupakan salah satu pemain terbaik Manchester yang pernah mengantarkan MU juara liga Champion untuk pertama kalinya setelah mengalahkan benfica 4-1 di tahun 1968.
Ia adalah pemain ulet yang berbahaya ketika berada di dalam kotak penalty,walaupun posisi aslinya adalah second striker,tapi ia sering dijadikan menjadi striker bahkan gelandang karna ketangguhan fisiknya
5.Eric Cantona
Cantona adalah seorang pemain yang fenomenal,setelah dibeli oleh manchester united tahun 1992,Cantona langsung menghantarkan MU menjuarai piala FA.Ia adalah Seorang Striker dengan visi yang jelas,penempatan posisi yang baik dan mempunya akurasui tendangan jarak jau yang mengagumkan.
4.Duncan Edward
Boleh dibilang duncan edward adalah pemain tengah terbaik Manchester terbaik sepanjang masa, ketenanganya dalam mengatur lini tengah MU menjadikanya pemain dengan mental yang baik. Tapi sayang,Edward harus meninggal di usia yang masih muda karna menjdi salah satu korban tragedi pesawat munich
3.Peter Schemeichel
Peter Schemeichel merupakan Penjaga gawang bersejarah bagi Manchester United. Kenyataanya, membandingkannya dengan yang lain sungguh sulit. Dia merupakan penjaga gawang terhebat sepanjang masa. Sangat sulit untuk mencari kelemahan pemain bertubuh besar ini, dia memiliki semua karakter seorang juara. Daya saing yang tinggi, agresif dan motifasi yang tak terbatas membuatnya dijuluki Si Denmark yang Agung.
2.Ole Gunnar Solksjaer
Ole Gunnar Solksjaer adalah seorang pemain sepak bola Norwegia. Ole merupakan penyerang asal klub molde Fk merupakan salah satu pemain yang penting di Man United. Walaupun duduk di bangku cadangan, tapi jika diturunkan pasti akan jadi penentu. Ia adalah penentu kemenangan final liga Champion 1998 saat MU menghadapi Bayern Munchen,ia mencetak satu dari 2 gol MU.julukannya adalah The Baby face Assasins
1.Ryan Giggs
Ryan Joseph Giggs adalah seorang pemain sepak bola Wales. Ia merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas di Manchester United.Ryan merupakan pemain yang terlama membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali). Ia sudah bersama MU memenangkan sebelas kali gelar juara liga dan 2 titel liga Champion.
Sebagai pemain sayap,pergerakan Giggs sangat aktif menyisir sisi kiri dan kanan lapangan,stamina yang tinggi dan kemampuan mencetak goal yang baik membuatnya menjadi pemain terbaik Manchester united

Share this:

SEJARAH Manchester United Era Sir Matt Busby Busby (1945–1969)

SEJARAH Manchester United Era Sir Matt Busby Busby (1945–1969)

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.


Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain disegala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.
Sebuah plat kenangan di Old Trafford sebagai penghargaan untuk para pemain yang meninggal pada tragedi Munich Air.

Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di Munich, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi Munich air tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.[6] Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munich mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat tragedi Munich air.

Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.
[sunting] Masa sulit (1969–1986)

Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.

Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O'Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O'Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O'Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972. Docherty, atau "Doc", menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.

Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.

Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.
Sir Matt Busby Busby

Sejarah Pelatih Manchester United

lying high Cause Man United will never die

Sejarah Pelatih Manchester United

Kesuksesan sebuah klub tidak akan pernah bisa lepas dari tangan dingin seorang pelatih. Tetapi tidak semua pelatih yang pernah melatih Manchester United membawa kesuksesan.
Tidak sedikit pelatih yang gagal dan membawa United naik-turun dari Divisi Utama ke Divisi Dua sebelum akhirnya menjadi langganan juara Premier League.
Dalam sejarah United sampai saat ini terdapat dua pelatih legendaris, mereka adalah Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.
Berikut adalah daftar lengkap pelatih Manchester United:
____________________________________________
1878–1892  (Tidak Diketahui)
____________________________________________
A. H. Albut (1892–1900)
Alfred Harold “Alf” Albut, lebih dikenal sebagai AH Albut, yang terbaik dikenal sebagai karyawan penuh-waktu pertama Newton Heath. Ia menjabat sebagai sekretaris klub pada tahun 1892 dan, dalam kapasitas itu, mengambil tanggung jawab untuk semua urusan tim. Ia melakukan pekerjaannya dari kantor di 33 Oldham Road, Newton Heath, dekat klub Road North Land, tetap tinggal di pos sampai James West mengambil alih pada tahun 1900. Sebelum bekerja untuk Newton Heath, Albut pernah bekerja di Aston Villa, meskipun dalam kapasitas yang tidak ditentukan.
____________________________________________
James West (1900–1903)
Name: James West
Birthdate: 26/07/1856
Birthplace: Birkenhead, Liverpool, England
Previous clubs as Player:
Previous clubs as Manager: Lincoln City, Newton Heath
From: 1900
To: 1903
Passed Away: 26/01/1922
James West merupakan manajer de facto kedua Newton Heath/Manchester United. Ia menjadi sekretaris penuh waktu kedua Newton Heath dan merangkap menjadi manajer de facto. Sebelum bergabung dengan klub James West melakoni peran serupa di Lincoln City antara tahun 1897 dan 1900.
West mengalami kesulitan di Newton Heath karena masalah uang dan klub akhirnya runtuh dan dekat dengan kebangkrutan. Ia tetap bertahan di klub sampai kelahiran klub kembali dengan nama yang akrab sekarang ‘Manchester United’ pada tanggal 28 April 1902. Ia tetap di klub sampai September 1903. Bersama West, United bertanding sebanyak 113 kali, 46 memenang, 20 seri, dan 47 kali kalah serta mencetak 159 gol dan 147 kemasukan.
____________________________________________
J. Ernest Mangnall (1903–1912)
Name: James Ernest Mangnall
Birthdate: 13/01/1866
Birthplace: Bolton, Lancashire, England
Previous clubs as Player:
Previous clubs as Manager: Burnley
From: 02/10/1903
To: 21/08/1912
Passed Away: 13/01/1932 (Aged 66)
James Ernest Magnall lahir di Bolton pada tanggal 13 Januari 1866, Magnall bermain sebagai kiper amatir saat bermain dan juga seorang direktur di Bolton Wanderers, sampai 1900 ketika ia mengambil alih di Burnley selama musim 1899-1900. Ia kemudian menjadi sekretaris baru dan manajer de facto Manchester United tahun 1903. Di United Mangnall membawa United promosi ke Divisi Utama dan menempatkan klub di posisi ketiga dua kali.
Gaya melatih yang terkenal dari Mangnall adalah latihan tanpa bola. Jadi selama latihan para pemain tidak dipernankan bermain menggunakan bola sehingga ketika bertanding mereka akan seperti ‘lapar’ pada bola. Di bawahnya United memiliki pemain baru bernama Charlie Robers , yang menimbulkan sensasi besar dengan mengenakan celana pendek. Beberapa nama besar lainnya datang dalam dua tahun pertama adalah Harry Moger dan John Picken Sagar.
Pada musim ketiga United berada di tangan Mangnall, yang mendapat promosi ke divisi pertama, finis di tempat ketiga empat poin di bawah Bristol City dan sembilan poin dari Chelsea. Di Piala FA, United menjadi pembunuh raksasa dengan mengalahkan Staple Hill 7-0, dan kemudian Norwich City 3-0, lalu mengalahkan juara liga empat kali Aston Villa 5-1, di perempat-final United nyaris kalah dari Arsenal 2-3, fans tahu tim sedang dibangun menuju kebesaran.
Musim 1906-07 finish di peringkat 8, termasuk bagus untuk tim yang baru promosi pada musim sebelumnya. Ia dihadapkan dengan larangan bermain Geroge Best dan Welsh wizard Billy Meredith sampai dengan April 1908. Ia berhasil memenangkan persaingan transfer pemain dengan rival Manchester City untuk mendatangkan Sandy Turnbull, Jimmy Bannister dan Herbert Burgess.
Mangnall membawa United juara Piala FA pertama kali  tahun 1909 dalam kemenangan 1-0 atas Bristol City dengan permainan yang diadakan di Crystal Palace pahlawan hari itu adalah pencetak gol Sandy Turnbull. Musim berikutnya United tersingkir di babak pertama Piala FA setelah kalah dari rival lokal Burnley, musim ini juga jadi pertandingan pertama United bermain di Old Trafford.
Musim 1910-11 menjadi musim yang sangat baik di United. United berhasil meraih juara liga untuk kedua kalinya dalam empat musim setelah berhasil merebut gelar pertama musim 1907-08. Dalam laga pembukaan musim mereka mengalahkan Swindon Town 8-4.
Musim berikutnya United menderita kekalahan-kekalahan memalukan, kalah 5-0 dari Sunderland dan kekalahan 6-0 melawan Aston Villa dan Sheffield United, itu adalah musim yang buruk dan tim kehilangan kansa juara. Ia tetap menjadi manajer United  sampai 1924. Selama bersama United, ia  memenangi dua gelar liga, satu Piala FA dan dua Charity Shield.
____________________________________________
John James Bentley (1912–1914 )
Name: John James Bentley
Birthdate: 05/1860
Birthplace: Chapeltown, Darwen, England
Previous clubs as Player: Turton FC
Previous clubs as Manager: Turton FC
From: 28/10/1912
To: 28/12/1914
Passed Away: 09/1918 (age 58)
John James Bently lahir pada bulan Juni 1860 dan menjadi pemain untuk satutim sepak bola tertua di dunia Turton FC, selama bermain di sana ia memiliki banyak peran, termasuk pemain sepak bola dan manajer, kapten, sekretaris, bendahara dan presiden, ia bergabung dengan United pada 28 Octoober tahun 1912 ketika ia menjadi sekretaris keempat kalinya dan menjadi manajer de facto Mancester Untied.
Di bawah Bently, United mengalami kemarau kesuksesan dan memicu kemarahan fans saat ia menjual pemain bintang Charlie Roberst ke Oldham Athletic dengan fee £ 1.750. Ini adalah titik balik dalam sejarah Manchester United. Pada musim 1913-14 United finish di peringkat ke-14. Sementara Oldham mencapai posisi tertinggi dalam sejarahnya, finish sebagai runner-up di bawah Everton.  JJ Bentley kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 28 Desember 1914 dan menyerahkan peran manajer kepada Jack Robson.
Dia tetap bersama klub di posisi administrasi sebelum benar-benar keluar dari klub pada tahun 1916 karena sakit. Ia juga menjabat sebagai wakil prsiden asosiasi sepak bola. John James Bentley meninggal di usia 58 tahun dan dimakamkan di Churchyard St Anne, Chapeltown, pada bulan September 1918.
____________________________________________
John “Jack” Robson (1914–1922)
Name: John Robson
Birthdate: 24/05/1860
Birthplace: Gainford, Durham, England
Previous clubs as Player: Middlesbrough
Previous clubs as Manager: Middlesbrough, Crystal Palace, Brighton & Hove Albion
From: 28/12/1914
To: 31/10/1921
Passed Away: 11/01/1922 (age 61)
1899-1905 Middlesbrough (sekretaris)
1905-1907 Crystal Palace (sekretaris)
1908-1914 Brighton & Hove Albion (sekretaris)
1914-1921 Manchester United
John “jack” Robson adalah asli inggris, dia mengawali karir sebagai sekretaris manager di middlesbrough, crystal palace dan brighton & hove albion, dan dia mengahiri karir sebagai manger manchester united setelah kepelatihan, bentley. diawal karir pada saat menjabat sebagai manager sekretaris middlesbrough, robson mendapat bayaran £ 3 seminggu dan sempat menolak manjalani laga tandang karena alasan ekonomi. Robson juga merupakan manager pertama bagi club crystal palace dan memepersembahkan piala FA dengan secara mengejutkan mengalahkan Newcastle UNited di laga final di St James Park pada tahun 1907. dia kemudian pindah ke brighton n hove albion. pada tahun 1914 Robson melatih Manchester United menggantikan posisi bentley, pada bulan oktober 1921 robson mengundurkan diri sebagai pelatih united karena sakit dan beliau meninggal dunia pada 11 januari 1922 karena Pneumonia yg dideritanya.
____________________________________________
John Chapman (1922–1926)
Name: John Albert Chapman
Birthdate:
Birthplace: Scotland
Previous clubs as Player:
Previous clubs as Manager: Airdrieonians F.C.
From: 31/10/1921
To: 08/10/1926
Ketika John Robson mengundurkan diri pada tahun 1921, John Chapman ditunjuk sebagai pelatih dengan Robson sebagai asistennya. Chapman datang dari Airdrieonians dan memimpin United berjuang di Divisi Utama. Kehadirannya tidak membawa dampak langsung, dan dalam 15 pertandingan pertamanya United hanya mencetak satu kemenangan. United terdegradasi di akhir musim dan butuh tiga musim bagi Chapman untuk mengangkut mereka kembali ke Divisi Satu.
Musim pertama kembali United finish kesembilan, dan Chapman memberi Old Trafford penggemar beberapa harapan sukses ketika ia membawa mereka ke semifinal pertama mereka di ajang Piala FA dan memenangkan trofi tahun 1909. Manchester City mengalahkan United di Wembley pada final pertama. Pemain Chapman termasuk Frank Barson, Frank Mann, TomJones, Jim Hanson dan Frank McPherson.
Pada bulan Oktober 1926, Manchester United menerima surat dari Asosiasi Sepakbola mengatakan kepada mereka bahwa Chapman harus ditunda dari semua keterlibatan dengan sepak bola, karena perilaku yang tidak benar dugaan sementara bertindak sebagai Sekretaris Manager-klub. Rincian lengkap dari tuduhan itu tidak pernah dipublikasikan, tapi United memiliki pilihan lain kecuali membuang layanan Manajer mereka.
____________________________________________
George Clarence Hilditch (1926–1927)
Name: George Clarence Hilditch
Birthdate: 02/05/1894
Birthplace: Hartford, Cheshire, England
Previous clubs as Player: Hartford, Witton Albion, Altrincham
Previous clubs as Manager: none
From: 08/10/1926
To: 13/04/1927
Passed Away: 13/10/1977 (Age 83)
Clarrie Hilditch setia bersama Manchester United lebih dari 16 tahun. Ketika John Chapman diskors oleh FA, dan kemudian dipecat oleh United, Hilditch merangkap menjadi Player-Manager, pengangkatan pertama sepanjang sejarah klub. Selama mantra singkat yang bertanggung jawab ia enggan untuk memilih dirinya sendiri, dan United tergelincir. Ketika Herbert Bamlett diangkat pada April 1927, Hilditch membuat dirinya tersedia untuk seleksi oleh Manajer baru, dan terus bersama klub sebagai pemain hingga pensiun pada tahun 1932.
____________________________________________
Herbert Bamlett (1927–1931)
Name: Herbert Bamlett
Birthdate: 01/03/1882
Birthplace: Gateshead, England
Previous clubs as Player:
Previous clubs as Manager: Oldham Athletic, Wigan Borough, Middlesbrough
From: 13/04/1927
To: 09/11/1931
Passed Away: 10/1941
Herbert Bamlett mengambil alih saat United sedang berjuang di Divisi Satu, dan selama empat musim hampir tidak ada perbaikan meskipun dia merekrut striker Tommy Reid dan Henry Rowley. United di dasar klasemen dan di musim 1930-31 setelah kemasukan 115 gol dan kehilangan pertama mereka 12 pertandingan, itu pasti terjadi bahwa Bamlett dan United akan berpisah pada akhir musim yang menyedihkan.
Sebelum bertualang ke dunia manajemen, Bamlett telah menjadi salah satu wasit top negara itu. Lahir di Gateshead, dia adalah salah satu dari beberapa pejabat kelas atas yang datang dari daerah itu dan pada tahun 1914, berusia 32, ia menjadi wasit termuda yang memimpin Final Piala FA, ketika ia mengambil alih permainan antara Burnley dan Liverpool di Crystal Palace.
Bamlett juga menjadi wasit untuk pertandingan Burnley melawan Manchester United pada perempatfinal Piala FA pada tahun 1909, yang ditinggalkan dengan 18 menit lagi dan United tertinggal 0-1. United kemudian memenangkan pertandingan dan merebut Piala FA. Sebelum melatih di Old Trafford, Bamlett menangani Oldham Athletic, Wigan Borough dan Middlesbrough.
____________________________________________
Walter Crickmer (1931–1932)
Name: Walter Crickmer
Birthdate:
Birthplace: England
Previous clubs as Player:
Previous clubs as Manager:
1st Spell from: 09/11/1931 – 13/07/1932
2nd Spell from: 09/11/1937 – 15/02/1945
Passed Away: 06/02/1958
Meskipun Walter Crickmer pernah diasumsikan melatih Manajer Manchester United, ia dua kali gagal seleksi tim dengan orang-orang dari jabatannya sebagai Sekretaris klub. Salah satu administrator terbaik dalam sejarah United, Crickmer pertama mengambil alih tim, bersama dengan Louis Rocca, di 1931-32, antara pemerintahan dari Herbert Bamlett dan Scott Duncan.
Setelah Duncan mengundurkan diri pada November 1937, United tanpa Manajer sampai penunjukan Matt Busby di tahun 1945. Sekali lagi, Crickmer membantu dengan urusan bermain, dan pekerjaannya membawanya selama bertahun-tahun bermasalah antara 1939-45.
Crickmer, pada tahun 1938, berperan dalam kebijakan pengembangan pemain muda United yang kemudian terkenal dalam tahun-tahun berikutnya. Dia diangkat menjadi Sekretaris pada 1926, dan meninggal dalam tragedi Munich, setelah 38 tahun bersama United.
____________________________________________
Scott Duncan (1932-1937)
Name: Adam Scott Mattheson Duncan
Birthdate: 02/11/1888
Birthplace: Dumbarton, Scotland
Previous clubs as Player: Dumbarton, Newcastle United
Previous clubs as Manager: Scotland, Hamilton, Cowdenbeath
From: 13/07/1932
To: 09/11/1937
Passed Away: 03/10/1976 (age 87)
(Manajer pertama dari luar Inggris)
Mantan pemain Dumbarton, Glasgow Rangers dan Newcastle United ini ditawari jabatan Manajer United pada bulan Agustus 1932, dengan gaji dilaporkan £ 800 per tahun. Dalam dua musim pertamanya ia menghabiskan banyak uang, membeli beberapa pemain dari Skotlandia, tetapi hasilnya tidak baik.
Ia berhasil membawa United keluar dari degradasi pada 1933-34, tapi dua tahun kemudian mengarahkan mereka ke kejuaraan Divisi Kedua. Keberhasilan itu diikuti oleh tawaran kontrak lima tahun untuk Manajer, tetapi United tidak dilengkapi untuk kehidupan di Divisi Satu, dan setahun kemudian mereka turun lagi.
Setelah 14 pertandingan pertama 1938-39, Duncan mengundurkan diri dan menjadi Manajer Ipswich Town, yang kemudian di Liga Selatan. Ia membawa mereka ke dalam Liga Sepakbola, game pertama sementara United setelah keberangkatannya, menang 7-1 di Chesterfield, mulai lari yang dijamin promosi sekali lagi, meskipun tidak memiliki manajer ‘tepat’ untuk sisa musim. Selain Kejuaraan Divisi II, Duncan memberi dampak yang kecil di Old Trafford.
____________________________________________
Walter Crickmer (1937–1945)
Name: Walter Crickmer
Birthdate:
Birthplace: England
Previous clubs as Player:
Previous clubs as Manager:
1st Spell from: 09/11/1931 – 13/07/1932
2nd Spell from: 09/11/1937 – 15/02/1945
Passed Away: 06/02/1958
Menjabat kebali setelah hasil buruk yang diderita United di bawah Scott Duncan.
____________________________________________
Sir Matt Busby (1945–1969)
Name: Sir Alexander Matthew Busby CBE KCSG
Birthdate: 26/05/1909
Birthplace: Orbiston, Bellshill, Scotland
Previous clubs as Player: Denny Hips, Manchester City, Liverpool
Previous clubs as Manager: None
1st Spell from: 15/02/1945 – 11/08/1969
2nd Spell from: 29/12/1970 – 08/06/1971
Passed Away: 20/01/1994 (age 84)
Matt Busby menjadi Manajer pertama setelah Perang Dunia II dan manajer dengan jabatan terpanjang. Ia adalah seorang yang menjadi salah satu manajer sepak bola Inggris terbesar yang pernah lahir di Skotlandia, di desa Orbiston, Lanarkshire, pada tanggal 26 Mei 1909.
Sebagai pemain, ia mewakili dua klub Inggris. Dia bergabung dengan Manchester City pada 11 Februari 1928, dan melakukan debut pada tahun berikutnya melawan Middlesbourgh. Busby kemudian ditransfer ke Liverpool untuk biaya sebesar £ 8,000 Maret 1936. Busby menjadi bos pertama Manchester United setelah perang, setelah menolak tugas asisten manajer di Liverpool. Dia menerima posisi pada 19 Februari 1945, dan kemudian bergabung dengan klub penuh waktu pada pemindahan dari angkatan bersenjata pada bulan Oktober 1945. Dalam melakukannya ia mengisi posting kiri kosong sejak pengunduran diri Scott Duncan pada 1937 dan untuk sementara diisi oleh sekretaris klub Walter Crickmer.
Setelah demob, Busby mengambil alih sebuah klub dengan bom-rusak stadion dan cerukan £ 15.000. penandatanganan pertamanya untuk United adalah Jimmy Murphy, asistennya manajer hebat yang menjabat klub sampai 1971. Bersama-sama mereka menciptakan tim pertama besar Amerika pasca-perang yang dibangun di sekitar kemampuan defensif Johnny Carey, John Aston dan Allenby Chilton dan keterampilan menyerang Charlie Mitten, Jack Rowley dan Stan Pearson.
 ____________________________________________
Jimmy Murphy (February-Agustus 1958)
Pemain sayap internasional Welsh ini bermain dengan West Brom dari 1928 sampai perang. Ia menjabat di Italia, dimana ia bertemu Matt Busby, dan ketika Busby ditawari pekerjaan Manajer United pada tahun 1945, Murphy adalah yang pertama ‘penandatanganan’. Dia awalnya bekerja sebagai Pelatih dan menjadi tangan kanan Busby, dia secara resmi ditunjuk asisten-Manager pada tahun 1955.Tak lama setelah itu ia menjadi Manajer tim Wales, dan sekitar waktu ini ditawari pekerjaan di Brazil dan menguntungkan dengan raksasa Italia, Juventus. Sebuah Pelatih berbakat, Murphy dipandu pengembangan pemain bagus, tetapi ia menganggap Duncan Edwards sebagai pesepakbola terbaik yang pernah ia lihat.
Ketika United terbang ke Belgrade pada tahun 1958, Murphy tidak ikut karena dia sedang bertugas Internasional dengan tim Welsh untuk kualifikasi Piala Dunia di Cardiff. Setelah tragedi Munich, ia mengambil alih United dan membawa mereka ke Final Piala FA 1958. Pada bulan Agustus tahun itu, Murphy membuat jalan bagi kembalinya Busby. Dia telah menjadi menara monumental kekuatan dalam bulan-bulan setelah bencana.
Pembaca setia dan pianis dalam cetakan klasik, Murphy mengundurkan diri sebagai asisten Manajer pada tahun 1971, meskipun begitu ia terus terlibat di dalam klub lebih dari 25 tahun. Dia meninggal pada 14 November 1989.
____________________________________________
Milf McGuinness (1969–1970)
Name: Wilfred McGuinness
Birthdate: 25/10/1937
Birthplace: Collyhurst, Manchester, England
Previous clubs as Player: Manchester United
Previous clubs as Manager: None
From: 11/08/1969
To: 29/12/1970
Ketika United menunjuk McGuiness Wilf sebagai pengganti Sir Matt Busby di tahun 1969, tidak ada yang meragukan tugas besarnya. Meskipun ia mengabdi di klub selama hampir 17 tahun, ia menghadapi situasi yang menakutkan sebagai pengganti salah satu Manajer terbesar, di salah satu kursi manajerial paling bergengsi dalam bisnis.Karirnya sebagai pemain berakhir di usia 22 tahun karena ceder dan ia bergabung dengan staf pelatihan United. McGuiness terlibat dalam persiapan tim Inggris, termasuk skuad Piala Dunia 1966, dan pada tanggal 9 April 1969 diumumkan ia diangkat Pelatih kepala United dalam kesiapan pensiunya Busby pada akhir musim. Pada tanggal 1 Juni 1969 ia diberi pekerjaan Manajer, pada Desember 1970, ia kehilangan posisi dan kembali ke tim pelatih cadangan. Konsep promosi dari dalam tidak bekerja untuk United dan McGuiness itu mungkin merasa sulit untuk mengelola pemain yang didirikan internasional, dan yang telah mencapai lebih banyak dari dia sebagai pemain. McGuiness telah mencapai keberhasilan kecil sebagai Manajer United, dua smifinal Piala Liga, semifinal Piala FA, tapi ia tidak bisa memberikan Champions dan kemuliaan Eropa yang sangat dibutuhkan klub.
Dia kemudian berhasil dengan klub Yunani, Aris Salonika, dan kemudian York City. Pada tahun 1986, McGuiness merupakan staf pelatih di Bury dan sangat tertarik setelah kecerdasannya sebagai pembicara setelah makan malam. Dia berbicara saat makan malam Tahunan PFA Awards 1986.
 ____________________________________________
Sir Matt Busby (1970–1971)
Matt Busby Kembali Melatih Setelah Tragedi Munich



____________________________________________
Frank O’Farrel (1971–1972)
(Manajer pertama dari luar Inggris Raya)
Name: Francis “Frank” O’Farrell
Birthdate: 09/10/1927
Birthplace: Cork, Ireland
Previous clubs as Player: Cork United, West Ham United, Preston North End, Weymouth
Previous clubs as Manager: Weymouth, Torquay United, Leicester City
From: 08/06/1971
To: 19/12/1972
Ketika Frank O’Farrell mengambil alih sebagai Manajer Manchester United pada Juni1971, ia meninggalkan Leicester yang ia bawah promosi dari Divisi Dua, dan yang memainkan sepakbola atraktif. Dia juga salah satu orang terbaik di permainan, juga prestasinya di Filbert Street, termasuk mengambil Leicester ke Wembley pada tahun 1969, adalah mandat yang cukup baik untuk membantunya berhasil di Old Trafford.
United di urutan kedelapan di musim pertama O’Farrell yang bertanggung jawab, setelah lima poin di puncak klasemen saat Natal. Seperti penurunan tampak jelas pada musim berikutnya, O’Farrell dan Coach nya, Malcolm Musgrove, dipecat pada bulan Desember 1972.
Dia menghabiskan cukup banyak uang dalam waktunya yang singkat di Old Trafford. Ian Storey-Moore dan Ted MacDougall masing biaya sekitar £ 200.000, dan Martin Buchan £ 125.000, tapi buku cek gagal untuk menghentikan slide dan O’Farrell, West Ham dan mantan pemain Preston, dan Manajer Torquay, membayar harga. Dia disayangkan untuk mengelola United pada saat jenius bandel dari George Best adalah menyediakan sakit kepala tertentu. O’Farrell kemudian berhasil Torquay lagi, untuk dua mantra, dan melatih di Uni Emirat Arab.
____________________________________________
Tommy Docherty (1972–1977)
Name: Thomas Henderson Docherty
Birthdate: 24/04/1928
Birthplace: Gorbals, Glasgow, Scotland
Previous clubs as Player: Glasgow Celtic, Preston North End, Arsenal
Previous clubs as Manager: Chelsea, Rotherham United, Aston Villa, Queens Park Rangers, FC Porto, Scotland
From: 22/12/1972
To: 04/07/1977
Pada bulan Juni 1971, setelah membawa Leicester untuk promosi dari Divisi II, ia mengambil alih Manchester United, tetapi hanya akan berlangsung 18 bulan . Kedatangannya itu terjadi hanya dua tahun setelah manajer Matt Busby pensiun dan tiga tahun setelah United telah memenangkan Piala Eropa, tetapi kejayaan United menurun tajam di bawah asuhan Wilf McGuiness.
Ia tidak bisa mengatasi gaya hidup yang buruk dari nGeorge Best. Ia mengawali musim pertamanya bersama United dengan sangat baik dan memimpin 10 poin puncak klasemen. Namun performa klub menurun, kalah 5-0 dari Don Rogers terinspirasi Crystal Palace yang akhirnya menentukan sasibnya. Pada bulan Desember 1972, O’Farrell dipecat dengan tiga setengah tahun tersisa dari kontraknya.
____________________________________________
Dave Sexton (1977–1981)
Name: Dave Sexton
Birthdate: 06/05/1930
Birthplace: Islington, London, England
Previous clubs as Player: Luton Town, West Ham United, Leyton Orient, Brighton & Hove Albion, Crystal Palace
Previous clubs as Manager: Leyton Orient, Chelsea, Queens Park Rangers
From: 14/07/1977 (age 46)
To: 30/04/1981
Setelah selama hampir 25 tahun dengan satu orang di helm, Manchester United ditunjuk Manajer keempat dalam delapan tahun ketika Dave Sexton menerima pekerjaan itu pada tahun 1977. Sejauh ini, tidak ada yang diukur sampai dengan perawakan besar Busby, tapi United berharap bahwa, dalam Sexton, mereka akhirnya menemukan kejayaan. Dia telah menikmati rekor bagus sebagai Manajer Chelsea, membimbing mereka ke Piala FA Akhir 1970, dengan kemenangan atas Leeds di ulangan Old Trafford, serta Piala Eropa pemenang ‘Akhir tahun berikutnya.
Dia menangani QPR di Championship League musim 1975-76, dan lebih dari satu tahun kemudian ia diangkat sebagai Manager di Old Trafford. Para direktur melihatnya sebagai pilihan terbaik, bukan hanya dalam hal apa yang telah dicapai, tetapi sebagai wajah yang paling dapat diterima setelah skandal yang telah mengepung keberangkatan Docherty itu.
Namun, meskipun telah berinvestasi hampir £ 1 juta pada Gordon McQueen dan Joe Jordan, mereka selesai di posisi tengah klasemen. Musim berikutnya, meskipun kekayaan Liga United telah berubah sedikit, Sexton membawa mereka ke Wembley untuk ketiga kalinya dalam empat musim. Hal itu untuk membuktikan final Piala FA berkesan, jika hanya untuk menit-menit terakhir ketika panik United namun Arsenal mampu juara dengan dramatis.
Pada musim 1979-80 Sexton memecahkan rekor transfer dengan membayar £ 825.000 untuk pemain Chelsea Ray Wilkins. Ini terbukti langkah yang baik sebagai instrumen lini tengah United, dan membantu mereka menyelesaikan Liga di posisi runner-up di bawah Liverpool. pada tahun 1980-81, meskipun membayar £ 1 juta untuk Garry Birtles, United kembali ke tengah klasemen tanpa memenangkan piala. Sexton kehilangan pekerjaannya pada tanggal 30 April 1981, meskipun fakta bahwa United telah memenangkan tujuh pertandingan terakhir mereka.
Dia, tanpa ragu, pelatih baik, tetapi dikatakan bahwa ia tidak cukup dekat untuk pemainnya, dan tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi di tingkat klub. Ia pergi ke Coventry sebagai Manager dan menjadi anggota staf pelatih Bobby Robson di Inggris. Hal ini mungkin ironis bahwa Tommy Docherty ditawarkan Sexton pembinaan pertamanya pekerjaan di Chelsea, untuk Sexton kemudian digantikan ‘The Doc’ sebagai Manager di dua klub, Chelsea dan United.
____________________________________________
Ron Atkinson (1981–1986)
Name: Ronald Franklin Atkinson
Birthdate: 18/03/1939
Birthplace: Liverpool, England
Previous clubs as Player: Oxford United
Previous clubs as Manager: Witney Town, Kettering Town, Cambridge United, West Bromwich Albion
From: 09/06/1981
To: 04/11/1986
Atkinson adalah manajer yang berkarisma, cukup kebalikan pendahulunya (yang telah mengambil mereka ke tempat kedua di liga pada tahun 1980 tetapi tidak pernah memenangkan trofi besar sejak pengangkatannya pada tahun 1977). Pada tahun 1981-82 United berada di urutan ketiga di Divisi Utama dan lolos ke Piala UEFA. Pada awal musim, ia mencetak rekor pembelian £ 1.75 juta untuk Bryan Robson dari West Bromwich Albion, dan tak lama kemudian mendatangkan Remi Musa dari klub yang sama dan striker Arsenal Frank Stapleton. Ia juga memberikan debut yang menjanjikan untuk Norman Whiteside muda pada bulan April 1982, tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-17.
Musim 1982-83 United tampil dua kali di Wembley, salah satunya memenangkan Piala FA melawan Brighton & Hove Albion dan berada di peringkat ketiga di liga. Ini memicu semangat tim untuk kembali ke masa kejayaan. Meskipun sempat menduduki puncak liga, United dua kali ditelikung Liverpool yang berhasil juara di dua musim terakhir. Musim ini juga ditandai terobosan Norman Whiteside muda sebagai salah satu pemain terbaik yang tampil di Divisi Utama. Whiteside juga mencetak gol saat partai ulangan final Piala FA ketika United mengalahkan Brighton 4-0 setelah bermain imbang 2-2 di pertandingan pertama.
Pada 1983-84, sisi Atkinson mencapai semi-final Piala Winners Eropa dan urutan keempat di Divisi Pertama, dan kalah 2-0 dari AFC Bournemouth, klub Divisi III di putaran pertama Piala FA. Pada akhir musim ia menjual gelandang Ray Wilkins kepada Milan dengan fee £ 1.5 juta, dan ditandai munculnya striker muda Mark Hughes. Daripada terjun ke bursa transfer untuk nama besar, Atkinson bergeser striker Norman Whiteside (19) ke lini tengah untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Wilkins dan memungkinkan Hughes untuk membentuk kemitraan dengan Frank Stapleton di depan.
Pada 1984-1985, United memenangkan Piala FA. Namun, Atkinson dan timnya tidak diberikan kesempatan bermain di Piala Winners Eropa sebagai buntut bencana Heysel pada final Piala Eropa tahun itu, mengakibatkan larangan bagi semua klub Inggris di kompetisi Eropa (akhirnya berlangsung lima tahun).
Pada 1985-1986 mereka memenangkan 10 pertandingan pertama mereka dari musim liga dan nyaman di puncak klasemen. Namun, mereka merosot ke posisi keempat dan Liverpool keluar sebagai juara. Dengan larangan klub-klub Inggris di kompetisi Eropa yang terus berlanjut, bahkan tidak ada penghiburan tempat Piala UEFA. Fans kembali kecewa karena Mark Hughes dijual ke FC Barcelona pada akhir musim.
Atkinson kemudian membeli Peter Davenport dari Nottingham Forest sebesar £ 570,000 untuk menggantikan Hughes pada Maret 1986. Meskipun sempat bermain baik, Davenport gagal membawa keusksesan untuk United seperti yang dilakukan Hughes. Musim 1986 dekat menyaksikan gunung spekulasi bahwa Atkinson akan dipecat oleh Manchester United dan bahwa Alex Ferguson Alex dari Aberdeen diisukan akan menjadi pengganti. Namun Atkinson tetap melatih United pada musim 1986-87.
Atkinson menghabiskan biaya lebih dari £ 8 juta untuk pemain-yang baru termasuk Bryan Robson, Gordon Strachan dan Jesper Olsen. Dia juga membawa para pemain muda seperti Norman Whiteside, Mark Hughes dan Paul McGrath. Ia membawa United merebut dua Piala FA dan menjadi manajer tersukses setelah Matt Busby.
Musim 1986-87 dibuka dengan tiga kekalahan beruntun, dan meskipun kemajuan kecil pada bulan September dan Oktober yang termasuk menang 5-1 di kandang atas Southampton di liga, tekanan pada Atkinson tetap besar dan klub akhirnya kehabisan kesabaran pada 6 November 1986 ketika dia diberhentikan sebagai manajer dua hari setelah kalah 4-1 dari Southampton di Piala Liga. United juga saat itu berada di peringkat kedua dari bawah di Divisi Utama.
____________________________________________
Sir Alex Ferguson (1986– ….)
Name: Sir Alexander Chapman Ferguson
Birthdate: 31/12/1941
Birthplace: Govan, Scotland
Previous clubs as Player: Queens Park, St Johnstone, Dunfermline, Glasgow Rangers, Falkirk, Ayr United
Previous clubs as Manager: East Stirlingshire, St Mirren, Aberdeen
From: 06/11/1986
Alexander Chapman “Alex” Ferguson CBE (lahir 31 Desember di Govan, Glasgow) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang saat ini sedang menangani Manchester United, di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam permainan, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani United sejak tanggal 6 November 1986 sampai sekarang, menggantikan Ron Atkinson.
Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Dia juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Alex Ferguson

Alex Ferguson

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson
Informasi pribadi
Nama lengkap Alexander Chapman Ferguson
Tanggal lahir 31 Desember 1941 (umur 70)
Tempat lahir Glasgow, Skotlandia
Posisi bermain Penyerang (telah pensiun)
Informasi klub
Klub saat ini Manchester United (pelatih)
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1957–1960
1960–1964
1964–1967
1967–1969
1969–1973
1973–1974
Queen's Park
St. Johnstone
Dunfermline Athletic
Rangers
Falkirk
Ayr United
Total
32 (11)
37 (19)
88 (66)
41 (25)
106 (37)
24 (9)
327 (167)

Kepelatihan
1974
1974–1978
1978–1986
1985–1986
1986–
East Stirlingshire
St. Mirren
Aberdeen
Skotlandia
Manchester United
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik .
Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir di Govan, Glasgow, 31 Desember 1941; umur 70 tahun) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang saat ini sedang menangani Manchester United F.C., di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam permainan, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 sampai sekarang, menggantikan Ron Atkinson. Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Daftar isi

Awal karier

Alexander Chapman Ferguson lahir dari pasangan Alexander Beaton Ferguson, seorang buruh pekerja galangan kapal dengan Elizabeth Hardie. Ia menghabiskan masa kecilnya di daerah Govan,Skotlandia bersama adiknya Martin Ferguson.

Karier Klub

Karier sepak bola Ferguson dimulai ketika ia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai penyerang ia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone. Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hattrick melawan klub idolanya Glasgow Rangers. Performanya membuat ia dikontrak profesional oleh Dunfermline. Pada musim pertamanya Ferguson berhasil mencapai final Piala Skotlandia melawan Glasgow Celtic akan tetapi kalah 3-2. Ferguson sendiri tidak tampil dalam final karena penampilan buruknya ketika melawan St. Jonstone pada pertandingan sebelumnya. Musim keduanya bersama Dunfermline, ia berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Skotlandia bersama Joe McBride dengan 31 gol. [1]. Prestasi ini akhirnya mengantarkan Ferguson ke klub impiannya sejak kecil, Glasgow Rangers. Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson. Ia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers. Ia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest.[2] akan tetapi istrinya, Cathie tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris. Ia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United dimana ia bermain disana sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.

Karier Manajerial

East Stirlingshire (1974)

Pada bulan Juni tahun 1974, sesaat setelah ia pensiun sebagai pemain, Ferguson ditunjuk sebagai manajer paruh waktu unutk East Stirlingshire pada usia 32 tahun. Kariernya di East Stirlingshire hanya bertahan sebentar karena pada bulan Oktober 1974 ia menerima pinangan St. Mirren untuk menjadi manajer [3].

St. Mirren (1974-1978)

Kariernya di St. Mirren berlangsung gemilang, selama 4 musim menangani klub tersebut (1974-1978). Ferguson mengangkat klub kecil yang tadinya hanya ditonton oleh 1000 orang dalam pertandingan kandanganya itu menjadi juara Liga Skotlandia pada musim 1977 dengan permainan menyerangnya. Selain itu ia berjasa dalam menemukan bakat-bakat muda dalam diri Billy Stark, Tony Fitzpatrick, Bobby Reid dan Peter Weir. Kesuksesan Ferguson dalam mengangkat St. Mirren ternyata berujung pada pemecatan pada tahun 1978 karena konflik internal antara Ferguson sendiri dengan staffnya.[4] Presiden klub St. Mirren, Willie Todd bahkan mengatakan bahwa Ferguson "tidak mempunyai kemampuan manajerial yang baik". Dengan demikian St. Mirren adalah klub satu-satunya yang pernah memecat Ferguson sepanjang karier manajerialnya.

Aberdeen (1978-1986)

Ferguson menjadi manajer Aberdeen menggantikan Billy McNeil yang pindah ke Glasgow Celtic, ia diharapkan untuk mengembalikan masa kejayaan Aberdeen yang menjuarai Liga Skotlandia terakhir kali pada 1955. Namun karena usia Ferguson yang terbilang cukup muda (36 tahun) tetap saja ia kesulitan meraih respek dari para pemain yang beberapa diantaranya lebih tua dari manajer mereka sendiri. Pada musim debutnya, Aberdeen meraih peringkat ke 4 walaupun tidak pernah kalah sebelum Desember 1978. Ferguson juga membawa Aberdeen ke semifinal Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia. Pada musim berikutnya Aberdeen kembali kalah dalam final ajang Piala Liga Skotlandia oleh Dundee United setelah pertandingan replay. Ferguson menyalahkan dirinya sendiri yang seharusnya mengubah taktik dan komposisi pemain dalam pertandingan replay tersebut. Setelah pertandingan final itu, performa Aberdeen mengalami peningkatan sampai mereka menjadi juara Liga Skotlandia pada akhir musim 1979/80. Hal ini membuat Ferguson mendapatkan kepercayaan dan respek dari para pemain dan direktur klub. Ia tetap menjadi manajer yang penuh disiplin sehingga pemain-pemainnya menjulukinya "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak". Ia bahkan pernah mendenda salah satu pemainnya, John Hewitt karena mendahuluinya ketika mengendarai mobil di jalan. Ia juga pernah menendang sebuah teko teh kepada para pemainnya saat mereka tampil buruk dalam babak pertama. Ferguson juga menuduh pers mengutamakan 2 klub saja (Rangers dan Celtic) dalam pemberitaannya. Aberdeen terus meraih sukses dalam musim-musim berikutnya. Diantaranya meraih Piala Skotlandia pada musim 1981/82. Trofi ini mengantarkan Aberdeen unutk berpartisipasi lagi dalam ajang Eropa, kali ini di ajang Piala Winners. Performa Fergie bersama Aberdeen mendapat sorotan media setelah mereka secara mengejutkan menyingkirkan Bayern München setelah klub itu mengalahkan Tottenham Hotspur 4-1 dalam ronde sebelumnya. Kesuksesan ini mendatangkan kepercayaan diri pada skuab Aberdeen yang percaya mereka dapat meraih sukses dalam ajang Piala Winners. Hal yang menjadi kenyataan ketika pada 11 Mei 1983 mereka sukses mengalahkan raksasa Spanyol, Real Madrid 2-1 dalam final. Aberdeen menjadi klub ketiga Skotlandia yang meraih sukses Eropa setelah Rangers dan Celtic. Dalam kompetisi domestik Aberdeen berhasil mempertahankan mahkota juara Piala Skotlandia dengan kemenangan 1–0 atas Rangers di final. musim berikutnya Aberdeen kembali meraih gelar juara Piala Skotlandia untuk ke tiga kalinya secara berturut-turut, dan meraih gelar juara Liga Skotlandia. Hal ini membuat Ferguson dianugerahi gelar OBE pada 1984. [5] Fergie kembali membawa Aberdeen mempertahankan gelar juara Liga Skotlandia pada musim 1984-85. Musim berikutnya (1985/86) mereka gagal dalam ajang Liga, posisi 4 dalam klasemen, walaupun mereka meraih juara Piala Liga dan Piala Skotlandia pada tahun yang sama. Pada musim yang sama, Ferguson adalah salah satu staf pelatih dalam tim nasional Skotlandia ketika menghadapi ajang Piala Dunia 1986. Namun meninggalnya pelatih utama mereka, Jock Stein, membuat Ferguson ditunjuk menjadi pelatih utama Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Ia kemudian menunjuk Archie Knox menjadi asisten manajer yang mana adalah juga asistennya di Aberdeen. Karena jasa-jasanya di Aberdeen, Ferguson kemudian diusulkan untuk menjadi salah satu direktur di klub tersebut, namun Fergie menolaknya dan mengatakan bahwa ia berniat untuk pindah dari Aberdeen pada akhir musim 1985/86. Walaupun ia tetap berada bersama Aberdeen pada awal musim 1986/87, namun pada November 1986, Ferguson akhirnya menerima pinangan Manchester United untuk menjadi manajer mereka menggantikan jabatan yang dipegang Ron Atkinson.

Manchester United (1986-sekarang)

Awal karier di Manchester United

Pusat Latihan Manchester United, The Cliff
Awal kariernya di Old Trafford tidaklah semulus yang ia kira. Saat itu MU terbelit dalam masalah alkohol yang kritis. Beberapa pemain andalan mereka (Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson), mempunyai hobi menenggak minuman keras dan mempunyai level kebugaran yang "menyedihkan". Ferguson, bersama-sama dengan Archie Knox yang diangkat menjadi asisten manajer saat itu, secara perlahan-lahan mengubah kebiasaan buruk itu dan menanamkan disiplin ketat bagi para pemain, hal yang masih berlaku sampai saat ini di MU. Pertandingan debutnya berakhir dengan kekalahan 2-0 atas klub underdog, Oxford United. Diikuti oleh hasil imbang 0-0 7 hari berikutnya melawan Norwich City. Kemenangan pertama United dibawah asuhan Fergie hadir pada 22 November 1986 ketika Red Devils mengalahkan Queens Park Rangers 1–0 di Old Trafford. Selain itu Fergie juga berhasil memenangkan pertandingan tandang satu-satunya yang mereka raih musim itu. Yang istimewa, lawan mereka adalah rival abadi United, Liverpool pada Boxing Day, hal yang mana telah dijanjikan oleh Fergie ketika konferensi pers pertamanya sebagai manajer United yaitu "akan menggantikan Liverpool sebagai klub Inggris paling dominan mulai saat ini". Dalam musim perdananya di United, Fergie membawa MU duduk di peringkat 11, setelah sebelumnya mereka sempat terdampar di peringkat 21. Musim berikutnya Ferguson mendatangkan beberapa pemain baru untuk membela United. Mereka adalah Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton. Dengan tambahan pemain-pemain baru ia meraih posisi 2 dibelakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris. Musim 1988/89 Ferguson kembali mendatangkan pemain baru, kali ini Mark Hughes yang kembali bergabung dengan United setelah penampilan mengecewakan selama 2 tahun di FC Barcelona. United diunggulkan untuk menjadi juara pada musim itu namun penampilan mereka mengecewakan dan akhirnya kembali terdampar di posisi 11 pada klasemen akhir. Pada awal musim, United tampil dalam partai persahabatan melawan tim nasional Bermuda dan Somerset County dimana Fergie turun sebagai salah satu pemain saat laga melawan Somerset. Ini merupakan satu-satunya penampilan Fergie berseragam Setan Merah dalam pertandingan.

Awal Kejayaan

Ferguson di Old Trafford
Musim 1989/90, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru ; Paul Ince, Mike Phelan, Neil Webb dan bek Gary Pallister. Pada awal musim United berhadapan dengan juara bertahan Arsenal dimana Setan Merah berhasil menang 4-1 namun performa United menurun dan setelah kekalahan memalukan 5-1 dari rival sekota Manchester City, spanduk yang meminta Fergie untuk mundur mulai bermunculan di Old Trafford. Fergie sendiri menggambarkan bulan Desember 1989 adalah "masa-masa tergelap selama kariernya dalam dunia sepak bola" dimana United manjadi salah satu calon klub yang akan mengalami degradasi dari Liga Inggris. Dewan direktur klub tetap mempercayai Fergie sebagai manajer. Mereka bisa mentoleransi penampilan buruk klub karena beberapa pemain kunci cedera dan mereka juga puas atas peran serta Ferguson yang mengubah sistem pelatihan dan pencarian bakat di United. Kepercayaan dewan direksi klub dijawab Ferguson dengan kemenangan 1–0 pada final replay Piala FA melawan Crystal Palace yang saat itu diperkuat oleh Ian Wright. Raihan trofi ini adalah yang pertama untuk Fergie selama menangani United dan disebut-sebut sebagai trofi penyelamat kariernya di MU. Pada awal musim 1990/91 Fergie mendatangkan kiper asing dari Denmark, Peter Schmeichel untuk mengawal gawang United dan Andrei Kanchelskis untuk mengisi pos sayap kanan. Raihan trofi pertama membuat para fans berharap banyak pada musim berikutnya 1990/91, dimana sekali lagi United menghadirkan performa impresif ketika mengalahkan Arsenal di Highbury, 6-2. Namun performa yang kurang konsisten membuat United menderita kekalahan dari klub gurem Sunderland, Liverpool juga mengalahkan mereka 4-0 di stadion Anfield diikuti kekalahan dari klub sekota Liverpool, Everton di Old Trafford, 2-0. Kekalahan melawan Everton ini merupakan debut dari sayap kiri muda yang fenomenal, Ryan Giggs di tim utama setelah dipromosikan oleh Fergie dari skuat junior mereka. Performa inkonsisten mereka di Liga Inggris ternyata tidak berpengaruh pada penampilan mereka dalam ajang eropa. United melaju hingga partai final yang mempertemukan mereka dengan FC Barcelona dalam ajang Piala Winners dimana Setan Merah mengalahkan wakil Spanyol itu 2-1. Sayangya United kembali mengalami kegagalan pada musim berikutnya, walaupun sukses dalam ajang Piala Liga dan Piala Super Eropa, United gagal mempertahankan performa mereka dalam kompetisi domestik. Setelah gagal merekrut Alan Shearer, United mendatangkan penyerang Dion Dublin pada musim panas 1992. Penampilan sayap kiri muda Ryan Giggs semakin impresif setelah Fergie melepas Lee Sharpe, yang berposisi sama dengan Giggs, pada musim 1990/91. Dengan skuat yang ada saat itu, fans United mulai yakin akan performa Setan Merah dalam meraih trofi pertama mereka sejak musim 1966/67. Setelah performa buruk pada paruh pertama musim (peringkat 10 dari 22 klub), Fergie mendatangkan pemain baru pada Januari 1993, Eric Cantona (yang menjuarai Liga Inggris musim sebelumnya bersama rival United, Leeds United) sebesar £1.2 Juta. Penampilan Cantona bersama Mark Hughes di lini depan dan mental juaranya yang kental, langsung berimbas pada performa United secara keseluruhan yang langsung melejit memuncaki daftar klasemen dengan keunggulan 10 poin dari peringkat 2 Aston Villa dan akhirnya menjadi juara Liga Premier Inggris yang pertama kalinya. Ini juga trofi Liga Inggris yang ke 8 sepanjang sejarah klub dan menjadi trofi Liga pertama untuk Fergie sejak ia datang sebagai manajer United pada 1986. Musim 1993/94 Ferguson memperkuat skuat United dengan mendatangkan gelandang emosional, Roy Keane dari Nottingham Forest sebesar £3.75 juta sebagai calon pengganti kapten United saat itu, Bryan Robson yang mulai memasuki masa pensiun. United langsung memimpin klasemen liga dari awal musim sampai akhir musim 1993/94. Cantona menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol. (Walaupun 2 kali terkena kartu merah dalam jangka waktu 5 hari). Fergie juga memimpin United tampil dalam final ajang Piala FA dengan mengalahkan Chelsea 4-0. Ini merupakan gelar double pertama di United setelah dulu pernah mencapai prestasi serupa di Aberdeen.

skuat angkatan 1992

Ryan Giggs anggota skuat '92 menjadi pemain terbanyak yang tampil untuk United
Musim 1994/95 merupakan ujian berat bagi Fergie, karena Cantona harus absen selama 8 bulan karena menendang seorang suporter Crystal Palace di Selhurst Park, kandang Palace. Selain larangan tampil selama 8 bulan, Cantona juga mendekam di penjara selama 12 hari dan harus menjalankan tugas sosial selama 120 jam. Untuk mengisi posisi Cantona, maka United mentransfer Andy Cole dari Newcastle United sebesar £7 juta plus Keith Gillespie untuk Newcastle. Selain itu musim ini juga menjadi musim debut para pemain muda dari skuat 1992 yang menjuarai Piala FA Junior : Paul Scholes, Gary Neville, Nicky Butt dan David Beckham setelah sebelumnya Ryan Giggs (yang berpromosi dari skuat 92) telah mendapat tempat reguler dalam tim inti United. Namun United gagal mempertahankan gelar juara setelah imbang 1-1 melawan West Ham United pada pertandingan terakhir musim itu. Fergie juga gagal dalam final Piala FA dari Everton 1–0. Musim berikutnya (1995/96) Fergie mengejutkan para fans dengan melepas beberapa pemain inti United. Paul Ince di transfer ke Inter Milan sebesar £7.5 juta, diikuti oleh Mark Hughes yang dilepas ke Chelsea sebesar £1.5 juta dan terakhir Andrei Kanchelskis ke Everton. Pertandingan pertama United membuat dugaan media dan fans mereka seperti terbukti, kalah oleh Aston Villa 3-1, United dicap "tidak akan memenangkan apapun dengan skuat belia". Para pemain belia itu menunjukkan bukti sebaliknya dengan memenangkan 5 pertandingan berturut-turut, termasuk membalaskan dendam kepada Everton, 3-2 setelah gagal dalam final Piala FA dan menang 2-1 atas juara bertahan yang terpuruk di dasar klasemen, Blackburn Rovers. Pada Desember 1995, kembalinya Cantona memperbaiki performa United di liga, dimana mereka tertinggal 10 poin dari kandidat juara, Newcastle United. Sampai pada Januari 1996 jarak poin itu pun mengecil dengan hanya selisih 1 poin saja setelah Setan Merah menang pada pertandingan tandang 1–0 melawan sesama kandidat juara, Newcastle. Pada akhir musim pasukan belia United sukses meraih gelar juara Liga Inggris setelah menuntaskan perlawan Middlesbrough yang dimanajeri mantan kapten United, Bryan Robson 3-0. Fergie juga meraih gelar Piala FA mengalahkan Liverpool 1–0, lewat gol Cantona. Musim 1996/97 Fergie mendatangkan seorang penyerang belia dari Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer yang akhirnya secara mengejutkan menjadi top skorer klub pada akhir musim serta seorang bek bernama Ronny Johnsen. Awal musim dimulai lewat penampilan impresif gelandang kanan dari United, David Beckham, yang memakai kostum no. 10 milik Mark Hughes, lewat gol dari tengah lapangan melawan Wimbledon. United menang 2-0. Setan Merah kembali berhasil meraih gelar juara Liga Premier Inggris ke 4 mereka dalam 5 musim, menegaskan dominasi United dalam ajang Liga Premier Inggris. Dalam pertandingan di kancah Liga Champion mereka berhasil mencapai semfinal sebelum dikalahkan oleh wakil Jerman, Borussia Dortmund yang akhirnya menjadi juara pada musim itu. Pada akhir musim ini, Eric Cantona, kapten United saat itu, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain dengan alasan sudah kehilangan motivasi dan gairah dalam bermain sepak bola. Jabatan sebagai kapten United saat itu dialihkan kepada gelandang emosional, Roy Keane sementara kiper Peter Schmeichel sebagai wakil kapten. Nomor kostum 7 milik Cantona diserahkan kepada David Beckham yang saat itu mulai menanjak performa dan popularitasnya bersama United.

The Treble

Ferguson dengan mantan asistennya Carlos Queiroz
Mengawali musim 1997/98 dengan skuat belia yang makin matang, Fergie menambah kedalaman skuat dengan mentransfer penyerang Inggris, Teddy Sheringham, yang memakai kostum no. 10 milik Beckham, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Cantona dan bek Henning Berg dari Norwegia. Musim ini berakhir dengan kegagalan bagi United dalam semua ajang.
Pada musim panas 1998, Fergie kembali mentransfer seorang penyerang, Dwight Yorke dari Aston Villa, bek tangguh dari Belanda, Jaap Stam dan winger serba bisa Jesper Blomqvist dengan total nilai transfer mencapai hampir £30 juta. Dengan kedalaman skuat United mereka, Setan Merah mencapai kesuksesan mereka pada musim ini dengan raihan 3 trofi juara dalam semusim (dikenal dengan nama "The Treble") lewat beberapa pertandingan yang meguras emosi Fergie. Pertama adalah saat United berhadapan dengan Juventus di semi final Liga Champion. Menit-menit awal merupakan mimpi buruk bagi United ketika Juve unggul dengan 2-0, namun lewat penampilan heroik sang kapten United, Roy Keane, Setan Merah berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 3-2 dan melaju ke final pertama mereka di ajang Liga Champion sejak tahun 1968. Keane sendiri, bersama Paul Scholes, gagal tampil dalam laga final melawan Bayern München. Pada ajang semifinal Piala FA, Keane dikartu merah saat melawan rival domestik United, Arsenal dan menyebabkan pinalti pada menit-menit akhir laga. Peter Schmeichel kemudian tampil sebagai pahlawan dengan menghadang pinalti tersebut dan Ryan Giggs mencetak gol sensasional penutup laga setelah sendirian ia mendribel bola melewati sebagian pemain Arsenal. United kemudian memenangkan final Piala FA setelah mengalahkan Newcastle United lewat gol Sheringham dan Scholes, 2-0. Sebelum Final Piala FA Fergie telah memastikan diri sebagai Juara Liga Inggris. Laga final Liga Champion diawali lewat gol Bayern München pada menit-menit awal. Pada saat turun minum, Fergie memompa semangat skuatnya dan memasukkan dua penyerang, Sheringham dan Solskjaer untuk mengejar ketinggalan dari Bayern. Pilihan Fergie terbukti jitu, saat laga memasuki 3 menit tambahan (injury time), Beckham melambungkan bola dari sepak pojok yang kemudian disambar oleh Teddy Sheringham, 1-1. Bayern yang dalam tekanan hebat dari United kembali terkena sepak pojok, yang kembali diambil oleh Beckham. Bola lambung dari Beckham kali ini diarahkan ke mulut gawang Bayern yang dijaga oleh Oliver Kahn, yang tidak mengantisipasi pergerakan Solskjaer di depan gawangnya. Umpan itu pun disontek pelan oleh Solskjaer ke dalam gawang Bayern sehingga membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit tambahan ke 3. Pita merah-hitam yang melambangkan warna seragam Bayern, yang telah melilit Piala Liga Champion pun diganti oleh warna merah-putih, warna kebesaran Manchester United. Pada akhir musim Alex Ferguson dianugerahi gelar kebangsawanan Inggris, namanya pun resmi menjadi Sir Alex Ferguson.[6]. Musim ini juga menjadi musim terakhir bagi Peter Schmeichel di United, ia memilih pindah ke klub liga Portugal, Sporting Lisbon. Fergie kemudian mengambil Mark Bosnich dari Aston Villa untuk menggantikan posisi Schemeichel.
Pada musim 1999/00 dominasi United bersama Fergie semakin terlihat di klasemen akhir Liga Inggris, dimana Setan Merah unggul jauh atas rival mereka dengan 18 poin. Pada Desember 1999 United meraih trofi Piala Toyota mereka yang pertama dalam sejarah klub dengan mengalahkan Palmeiras di final. Giggs keluar sebagai pemain United pertama yang meraih gelar pemain terbaik pada ajang ini. Kepiwaian Fergie dalam mengembangkan United sebagai merek global tutur mendongkrak performa klub pada ajang kompetisi. Hal ini membuat United menjadi magnet bagi pesepak bola terbaik dunia untuk bergabung di Old Trafford. Pada akhir musim Fergie mendatangkan Ruud van Nistelrooy dari PSV Eindhoven seharga £18 juta, rekor pembelian pemain bagi klub Inggris saat itu, namun karena cedera maka United menunda kedatangan Nistelrooy setahun berikutnya. Fabien Barthez juga didatangkan dari AS Monaco senilai £7.8 juta, menjadikannya sebagai kiper termahal dunia saat itu. Barthez menggantikan posisi Bosnich dan Massimo Taibi sebagai kiper yang tampil buruk sepanjang musim. Musim 2000/01 diakhiri United dengan raihan Liga Premier Inggris untuk yang ketiga kalinya secara beruntun. Fergie jelas menjadi figur penting dalam raihan trofi United selama 3 musim terakhir. Namun performa United pada Liga Champion menemui kegagalan setelah kalah pada perempat final oleh Real Madrid pada musim 1999/00 dan Bayern München pada musim 2000/01. Pada akhir musim 2000/01 United mentransfer Juan Sebastián Verón dari Lazio senilai £28.1 juta. Verón menjadi pemain termahal yang pernah dibeli oleh Fergie saat itu.Ia bergabung bersama dengan van Nistelrooy yang telah sembuh dari cederanya tahun lalu.

Masa Transisi

Beckham (23) and Zinedine Zidane(5) di Real Madrid pada Agustus 2003
Pada awal musim 2001/02 diwarnai dengan penjualan kontroversial bek Jaap Stam ke Lazio seharga £16 juta, yang mana membuat keseimbangan skuat Fergie terganggu. Absennya Stam di lini belakang United tidak mampu ditutupi oleh bek United lainnya dan keputusan ini pun disesali kemudian oleh Ferguson yang kerepotan mencari suksesor sang bek. Performa United menukik tajam dengan menempati peringkat 9 pada paruh musim. Performa United membaik seiring bergabungnya bek tua (36 tahun) Laurent Blanc dari Inter Milan pada Januari 2002 dan United pun menang dalam 8 laga Liga sehingga melaju ke peringkat atas Klasemen Liga. Namun hasil tersebut hanya bisa membawa United berakhir di peringkat 3 klasemen. Musim ini pun seharusnya menjadi musim terakhir Fergie menangani United karena faktor usia dan penurunan prestasi. Namun Fergie membatalkan niatnya unutk mundur dan tetap menangani United untuk 3 tahun ke depan. Pada akhir musim Fergie mencetak rekor pembeliannya selama menangani United dengan merekrut bek Tim Nasional Inggris, Rio Ferdinand sebesar £30 juta dari rival mereka Leeds United dan menjadikannya sebagai bek termahal dunia saat itu. Ferguson juga menunjuk Carlos Queiroz sebagai asisten manajer bagi United. Hasilnya terlihat pada musim 2002/03 dimana United berhasil menjadi juara Liga, dimana 2 bulan sebelum liga berhasil mereka tertinggal 8 angka dari kandidat juara Arsenal. Namun lewat penampilan tak terkalahkan sejak Desember, United berhasil meraih trofi juara Liga Inggris. Fergie sendiri sangat puas atas raihan trofi juara 2002/03 ini, karena kritikan tajam kepada Fergie sebelum awal musim yang dituduh telah kehilangan ambisi dalam menangani United. Pada akhir musim ini, Fergie secara mengejutkan melepas gelandang kanan United, David Beckham ke klub Spanyol, Real Madrid sebesar 35 juta Euro, menyusul insiden dimana Fergie, yang sedang mengamuk pada istirahat babak pertama ketika United berjumpa Arsenal dalam ajang Piala FA, secara tak sengaja menendang sepatu sehingga melukai pelipis kanan Beckham. Untuk mengisi posisi Beckham, Fergie secara tak terduga mentransfer seorang anak muda berbakat dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo sebesar £12.24 juta. Menjadikannya orang Portugal pertama yang bermain untuk United. Ia juga diberikan seragam no. 7 yang dulu dipakai oleh para legenda klub, seperti Beckham, Cantona dan George Best. Bulan Januari Fergie kembali mendatangkan penyerang Louis Saha unutk menggantikan posisi Solskjaer yang cedera. Musim itu berakhir dengan kegagalan United pada Liga Inggris dengan menempati posisi 3 klasemen akhir. Pada ajang Liga Champion United juga mengalami kegagalan di tangan FC Porto yang saat itu ditangani oleh Jose Mourinho. Pada akhir musim itu Fergie berhasil mentransfer bintang muda Inggris, Wayne Rooney dari Everton senilai £20 juta. Rooney menjadi target transfer sejumlah klub besar Eropa tapi Fergie berhasil meyakinkan Rooney unutk bergabung bersamanya di United. Tapi absennya penyerang utama, van Nistelrooy membuat Setan Merah finish di peringkat 3 selama 3 tahun beruntun. Pada akhir musim ini, Malcolm Glazer berhasil menguasai saham mayoritas dari Manchester United, hal ini mengundang gelombang protes dari para fans United yang khawatir biaya transfer pemain untuk United menjadi terbatas. Pada awal musim ini Fergie mendatangkan kiper sarat pengalaman, Edwin van der Sar dari Fulham dan gelandang serba bisa Park Ji Sung yang di transfer dari PSV. Musim ini merupakan musim transisi dari United, pada November 2005 Roy Keane memutuskan unutk hengkang dari United dab bergabung dengan Glasgow Celtic. Akibatnya United gagal melaju dari babak play-off Liga Champion. Nemanja Vidić dan Patrice Evra bergabung dengan skuat United pada bulan Januari 2006 dan Fergie berhasil membawa United menjadi runner-up Liga Inggris dibawah Chelsea dan menjuarai Piala Liga Inggris. Masa depan van Nistelrooy di United meenjadi tak menentu, terutama karena performa Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney yang sudah mendapat tempat utama di skuat Fergie. Pada akhir musim van Nistelrooy pindah ke Real Madrid.

Gelar Eropa kedua

Awal musim 2006/07 menjadi suatu ujian bagi sisi manajerial Fergie. 2 orang pemain utamanya Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney terlibat perselisihan pada ajang Piala Dunia 2006. Insiden itu membuat rumor soal kepergian Ronaldo dari United makin membesar. Namun Fergie berhasil membujuknya agar bertahan di United dan mendamaikan kedua orang itu. Keberhasilan Fergie meredam emosi keduanya menjadi bahan bakar utama skuat United dalam menjalani awal musim baru. Kepergian Roy Keane pada November 2006, membuat Fergie mengincar gelandang Tottenham Hotspurs, Michael Carrick. Dan pada awal musim Carrick resmi bergabung dengan skuat Setan Merah dengan nilai transfer £14 juta. Awal musim berlangsung baik bagi United yang untuk pertama kalinya memenangkan 4 pertandingan liga secara beruntun. Sekali lagi Fergie membuktikan dirinya sebagai master dalam mendatangkan pemain yang cocok dengan skema permainan yang diinginkan. Hasil transfer pada Januari 2006 berperan besar atas pencapaian United, mereka membentuk lini belakang solid bersama dengan kiper Edwin van der Sar, Rio Ferdinand dan kapten Gary Neville. Sementara Carrick menghadirkan stabilitas permainan di lapangan tengah, bahu membahu dengan Ronaldo, Giggs, Park Ji Sung dan Scholes menyokong Rooney di lini depan. Pada akhir musim United tidak terkejar dan mengamankan gelar juara Liga Inggris. Pada ajang Eropa, Fergie mengantarkan United mencapai semifinal dengan mencetak rekor kemenangan atas AS Roma 7-1 pada laga perempat final di Old Trafford. Pada laga semifinal United kalah dari AC Milan dengan agregat 3-5 setelah unggul 3-2 di Old Trafford. Walaupun begitu hasil ini merupakan tanda kebangkitan dari Setan Merah setelah beberapa tahun belakangan kalah bersaing dari Arsenal, Liverpool dan Chelsea.
Ronaldo berhadapan dengan Albert Riera dari Liverpool.
Awal musim 2007/08, Fergie kembali mendatangkan pemain untuk memperkuat skuatnya. gelandang bertahan Owen Hargreaves yang sukses bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2006,sayap serba bisa Nani dari Portugal, gelandang serang Anderson dari Brasil dan penyerang Carlos Tevez resmi bergabung dengan Fergie di Old Trafford. Dengan kedalaman skuatnya, Fergie mengincar pencapaian gelar Eropa kedua bersama Setan Merah. Namun harapan Fergie sepertinya akan terbang seiring dengan performa dibawah standar United yang hanya meraih hasil imbang dalam 2 laga awal serta kalah 0-1 dari rival sekota Manchester City. Namun Fergie berhasil memotivasi skuatnya dan penampilan United sonta berubah drastis menjadi kompetitor dalam meraih gelar juara Liga Inggris bersama Arsenal dan Chelsea. Musim ini juga merupakan musim terbaik dari Cristiano Ronaldo yang secara luar biasa mencetak 42 gol dalam semua ajang yang diikuti oleh United, meraih trofi Sepatu Emas sebagai top-scorer Eropa, top-scorer Liga Inggris (35 gol) dan menjadi kandidat Pemain Terbaik Dunia FIFA. Pada akhir musim, Fergie kembali tampil di Final Liga Champion berhadapan dengan Chelsea, Ronaldo membawa United unggul 1–0 pada babak pertama sebelum disamakan oleh Chelsea pada babak kedua. Lewat drama adu pinalti, Fergie sukses memenangkan gelar Liga Champion keduanya sepanjang kariernya sebagai manajer. Fergie juga berhasil membawa United meraih trofi Piala Dunia Antarklub yang pertama bagi United. Pada akhir musim ini Fergie mengumumkan dirinya akan mundur dari jabatan manajer Manchester United pada tahun 2011, sesuatu yang kemudian diralatnya sendiri dengan mengatakan akan terus menjadi menajer United selama fisiknya masih memungkinkan. Musim berikutnya Fergie kembali meraih trofi juara Liga Inggris untuk ke 11 kalinya dan mengantar United menyamai rekor Liverpool yang telah menjuarai Liga Inggris 18 kali. Akhir musim 2008/09 juga menjadi musim terakhir bagi Cristiano Ronaldo yang pindah ke Real Madrid dengan rekor transfer dunia sampai saat ini, £80 juta. Menjadikannya pemain termahal yang pernah dijual Fergie selama kariernya sebagai menejer klub. Musim 2009/10 menghadirkan kekecewaan bagi Fergie dimana ia gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris dan melewati raihan trofi Liverpool.

Referensi

  1. ^ "Scotland — List of Topscorers". Rsssf.com. 12 Juni 2009. Diakses pada 30 Oktober 2009.
  2. ^ The Boss. hlm. 85.
  3. ^ The Boss. hlm. 117.
  4. ^ Campbell, Nicky, "Guardian bullying article ", The Guardian, 12 Januari 2006. Diakses pada 11 November 2007.
  5. ^ "Lewis heads sporting honours". BBC News. 12 Desember 1999. Diakses pada 18 Juni 2007.
  6. ^ "Arise Sir Alex ", (BBC News), 12 Juni 1999. Diakses pada 18 Juni 2007.

Pranala luar

Didahului oleh:
Ron Atkinson
Pelatih Manchester United
1986—kini
Petahana